Tuesday, January 3, 2012

Mengapa aku tidak lanjut studi doktoral?

Di Indonesia, dikenal ada 3 tingkatan sarjana:

  • S1: sarjana
  • S2: magister, master,
  • S3: Doktor

Semua tingkatan harus ditempuh dengan studi. Sewaktu S1 di Bandung, Indonesia, aku harus mengikuti kuliah beserta ujian dan tugas-tugasnya, praktikum di laboratorium, kerja praktek di perusahaan, dan diakhiri dengan tugas akhir. Kebetulan aku kuliah di tempat yang benar mendidik orang menjadi Sarjana Teknik Elektro. Kebetulan lagi aku betul-betul membuat hardware ketika kerja praktek di industri, bukan sekedar merangkum manual alat seperti beberapa mahasiswa lain. Aku juga merasakan tugas akhir yang berurusan dengan bidangku, yaitu Control Engineering (Teknik Kendali). Dalam tugas akhir ini, aku meneliti secara mandiri. Konsultasi dengan dosen, aku cuma dapat teori umum, bukan praksis memakai alat. Teman diskusi tidak ada. Aku juga menurunkan rumus sendiri untuk setengah dari pekerjaanku dalam tugas akhir ini. Selain itu, aku tidak bisa menulis tugas akhir dengan baik dan benar, terutama bagian menulis referensi. Oleh karena itu, tugas akhirku ini tak kuunggah di internet. Akhirnya aku lulus. Kuhitung lama studiku, 5 tahun. Cum Laude tak kudapat melainkan kemelut (quote: Dhita Yudistira, seniroku dan mantan Ketua HME ITB).

 

Setelah S1, kuberencana lanjut studi S2. Kumimpikan di Jerman. Ternyata tidak mulus perjalanannya. Untuk mengejar impian ini, aku ikut kursus bahasa Jerman di Goethe Institute Bandung. Aku juga merasakan bekerja menjadi pengajar di SMA swasta di Bandung selama kira-kira 2 tahun. Kemudian menjadi pengajar di perguruan tinggi swasta di Semarang. Di Semarang, aku mengajar 1 tahun. Ternyata aku merasakan 3 tahun bekerja di lembaga pendidikan.

 

Suatu kebetulan terjadi. Lamaran beasiswaku kepada DAAD Jakarta dilirik. Aku dipanggil untuk wawancara. Aku datang dan diwawancara oleh 1 Profesor Jerman, 2 Doktor Indonesia lulusan Jerman, dan 1 orang pegawai DAAD. Profesor Jerman bertanya mengenai tugas akhir S1. Doktor Indonesia bertanya mengenai apa manfaat buat negara Indonesia kalau aku studi dengan beasiswa ini. Pegawai DAAD bertanya persiapan apa saja yang telah kulakukan untuk studi ke Jerman. Sebulan kemudian, di kala harus berteduh karena hujan deras, telponku berdering. Penelpon bertanya padaku, apakah aku mau menerima beasiswa DAAD. Aku jawab, ya.

 

Setelah mengikuti permainan tarik-ulur layang-layang dan ping pong di tempat kerjaku di Semarang :-), aku bisa lanjut studi S2 di Jerman. Dalam mengambil master di bidang otomasi di Bremen, aku harus mengikuti kuliah beserta ujiannya, praktikum di laboratorium, mengerjakan penelitian kecil (Project) dan penelitian besar (Thesis). Kecil dan besar berbeda hanya dalam jumlah kredit. Keduanya sama-sama sulit buatku. Penelitiannya dilakukan secara mandiri. Dan kemandirian ini membutuhkan disiplin tinggi dalam manajemen waktu dan memilah-milah paper. Ini yang berat buatku. Aku sudah lelah oleh ujian di Bremen. Ujiannya cuma boleh diulang satu atau dua kali jika tidak lulus (tergantung mata kuliah). Itu aturan Jerman. Kalau mengulang ujian dan tak lulus, itu artinya drop out. Dalam lelah ini, aku salah memilih topik karena pengen cepat lulus. Kemudian aku harus mengulang topik dari awal lagi. Ingin cepat, ternyata aku malah salah jalan.  Mengulang topiknya pun tanpa perlindungan beasiswa DAAD. Aku bekerja jadi buruh di gudang dan pabrik untuk membiayai sisa studiku. Akhirnya aku lulus master. Kuhitung aku studi 4,5 tahun hanya untuk gelar master.

***

Oh, ya, sesuai judul topik ini. Mengapa aku tidak lanjut studi doktoral?

Aku merenung, aku sudah menghabiskan 5 tahun S1, 3 tahun bekerja di lembaga pendidikan, 4,5 tahun S2. Totalnya, aku mendedikasikan hidupku 12,5 tahun untuk dunia pendidikan. Studi S3 bakal menambah masa hidupku di dunia ini lagi.

Aku sudah penat dengan kuliah dan dengan dunia pendidikan. Walau dalam diriku masih tersisa keinginan untuk mengajar. Tapi aku butuh suatu rehat untuk kesehatan jiwaku.

 

Studi S3 atau doktoral juga berarti suatu penelitian mandiri. Aku sudah dua kali gagal dalam penelitian mandiri. Sewaktu S1 di Bandung, kerja praktek dan tugas akhir memperpanjang lama studiku. Sewaktu S2 di Bremen, project dan thesis juga membuat kelulusanku lambat. Aku butuh suatu istirahat dari dunia penelitian di lembaga pendidikan tinggi.

 

Oh, ya, status dosenku juga hilang ketika aku sedang menjalani studi master di Bremen. Aku mendapat email di hari ulang tahunku, tepat ketika aku bangun pagi hari dan membuka komputer. Untuk menambah rasa ini, sorenya, cintaku kandas via telpon. Di saat aku stress karena salah memilih topik project di Bremen, aku mendapat dua hadiah ulang tahun ini. Hal ini sempat membuatku mengobrol dengan jeruk.

 

Tiga dosenku di Bandung berkata tentang studi doktoral atau S3. Studi ini hanya cocok untuk dosen dan mereka yang hidup di dunia penelitian, kata Pak Eniman Syamsudin. Beliau mengajarku Sistem Kendali, suatu mata kuliah yang membentuk identitasku sebagai seorang Control Engineer. Selain itu, Beliau mendidikku menjadi orang jujur dan berintegritas. Dosen kedua, Pak Armein Langi menulis tentang beda S1, S2, dan S3. Menurutnya pendidikan S3 itu untuk menghasilkan peneliti. Pendidikan ini hanya cocok untuk orang yang punya keinginan menghasilkan dan MENULIS pengetahuan baru. Beliau ini dulu memberi kuliah Pengolahan Sinyal Digital yang sempat kuhadiri sekali. Terakhir, Pak Budi Rahardjo membuatku merenung tentang perlu-tidaknya mengambil studi S3. Studi S3 hanya membuang waktu kalau tidak punya "passion" atau gairah dalam penelitian. Selain itu, Beliau juga berkata kalau ingin S3, pilihlah tempat yang memiliki promotor (pembimbing), infrastruktur dan lingkungan yang mendukung. Infrastruktur itu maksudnya fasilitas (alat, laboratorium, perpustakaan, akses jurnal, dll). Lingkungan maksudnya teman diskusi dan "network". Penelitian berkembang dalam jejaring peneliti. Komunitas peneliti biasanya mengadakan konferensi atau seminar serta menerbitkan jurnal penelitian.

 

Aku menyadari bahwa teman diskusi itu penting dalam dunia penelitian. Dulu di Bandung, aku bisa dapat hal-hal berguna dalam penelitian ketika aku berdiskusi dengan kawan-kawan, terutama Eka Suwartadi. Di Semarang, tiba-tiba aku sulit bergerak karena tiadanya rekan diskusi. Di Bremen, ada beberapa mahasiswa doktoral asal Indonesia yang senang mengajak diskusi. Karena diskusi inilah, ide-ide penelitian bermunculan serta paper ilmiah karangan mereka bisa tajam karena diasah oleh kritik. Kawan diskusi lokal juga berguna buat makan-makan bareng dan nyanyi bareng. Tentu saja makan bareng mereka diselingi obrolan bermutu yang bisa mengisi jiwaku. Mereka juga membuatku untuk masih memiliki keinginan untuk lanjut doktoral.

***

Akhirnya kupilih tak lanjut studi doktoral. Aku ingin membuka mataku untuk dunia lain di luar dunia pendidikan. Aku juga terlalu lelah untuk studi lagi. Mentalku belum siap untuk penelitian mandiri. Apakah aku tidak suka dunia penelitian? Tidak! Saat ini, aku bekerja di bagian penelitian dan pengembangan pada perusahaan komponen kendaraan bermotor. Ternyata aku tidak jauh-jauh dari dunia penelitian. Beberapa rekan kerjaku di sini juga ada yang bergelar Doktor. Saat ini, aku tak sudi lanjut S3 tapi entah apa yang terjadi 5 tahun lagi.

Friday, December 30, 2011

Tentang studi di Jerman

Hari ini, aku menemukan satu blog menarik tentang studi di Jerman.

http://studijerman.wordpress.com/

Blog ini ditulis oleh Steve Tirtha, yang pernah studi di kota Darmstadt dan Furtwangen, Jerman. Blog post masih sedikit dan isinya sebagian besar mengenai biaya hidup di Jerman. Mungkin seiring waktu, blognya akan bertambah isinya.

***

Pengalamanku hidup dan studi di Bremen, Jerman, bisa di lihat di sini. Sedangkan di Nürnberg, Bayern, bisa dilihat di sini.

Thursday, December 22, 2011

Milis beasiswa

Ada suatu milis yang sangat membantuku dalam mencari beasiswa hingga mendapatkan beasiswa DAAD, yaitu milis beasiswa (http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/). Dari sana kuperoleh informasi beasiswa di luar negeri, juga tips untuk membuat statement of purpose, test bahasa (TOEFL, IELTS, TestDAF, DSH, dll), test kemampuan (TPA, GMAT, GRE, dll), dll.

Saranku: Gabung milis ini!

Milis ini awalnya dibuat tahun 2000 oleh beberapa orang yang berhasil memperoleh beasiswa ke Amerika Serikat. Kemudian pengurus milis bertambah dengan orang-orang yang pernah mendapat beasiswa ke negara lain: Eropa, Jepang, Australia, dll.

Pada awal milis ini dibuat, jumlah anggota sedikit. Moderator ketat menerapkan aturan. Pertanyaan bodoh tidak akan lolos milis. Beberapa emailku tidak lolos milis. Seiring waktu, moderator lama berganti moderator baru dan peserta milis bertambah jadi ribuan orang. Pertanyaan bodoh bisa lolos milis. Milis jadi sering banjir pertanyaan. Bukan moderator yang menyaring pertanyaan bodoh sekarang melainkan pembaca. Beberapa pertanyaan bodoh kuhapus.

Pada awal milis ini dibuat, komputer masih berupa PC dan memiliki mobilitas rendah. Laptop masih mahal dan telpon genggam masih jadi barang mewah di kampusku di Bandung. Kini laptop dimiliki oleh banyak mahasiswa dan telpon genggam yang dimiliki kebanyakan mahasiswa/i sudah memiliki fasilitas internet. Rata-rata orang membeli smartphone di tahun ini. Di zaman awal milis, orang mengetik email dengan keyboard yang besar dan nyaman untuk menulis cukup panjang. Kini orang mengetik dengan smartphone yang tombolnya kecil dan tidak nyaman untuk menulis panjang. Budaya singkatan SMS dipindah ke email. Milis beasiswa jadi bisa berisi email pendek dengan bahasa SMS. Selain singkatan SMS, ada evolusi bahasa smartphone, yaitu bahasa alay. Ini lebih pusing lagi.

Zaman sudah berganti, milis ini masih memberikan informasimenarik mengenai beasiswa. Memang ada beberapa "noise", yaitu pertanyaan bodoh dan tulisan alay. Tapi selalu ada info berguna yang bisa kudapat. Jadi aku tetap mengikuti milis ini. Mungkin 5 tahun lagi, aku berminat melanjutkan studi doktoral dan milis ini masih berguna buatku.

 

 

Friday, December 16, 2011

[info] Tips memilih program master di Jerman

Ini ada tips memilih program master di Jerman (menurut orang Jerman)

1. Belajar bahasa Jerman
(supaya bisa baca tulisan di atas tanpa pakai Google Translate dan sejenisnya)

2. Lihat kampus
(maksudnya lihat website kampusnya, program apa saja yang ditawarkan)

3. Internationalitas
(Bagaimana international students dan international lecturer?)

4. Akreditasi
(Perguruan tinggi biasanya punya akreditasi, contohnya di USA ada ABET, kalau Jerman bisa coba mulai dari http://de.wikipedia.org/wiki/Akkreditierung_(Hochschulen) )

5. Ranking
(Beberapa sistem ranking menggunakan parameter yg berhubungan dengan produktivitas riset: jumlah paper, paten, H-index pengajar, dll.)

6. Proses melamar
(Dalam mengirim aplikasi, perhitungkan biayanya, contoh pos, internet, biaya ujian TOEFL, IELTS, GRE, GMAT, dll, kadang-kadang ada "uiversity entrance fee" )

7. Layanan konsultasi
(Di Jerman, ada istilah "Betreuung". Intinya berhubungan dengan layanan konsultasi. Bagaimana mahasiswa (dan calon mahasiswa) dilayani oleh pegawai administrasi maupun pengajar serta senior. Betreuung masuk perhitungan sistem ranking CHE di Jerman: http://ranking.zeit.de/che2011/en/)

8. Tingkat Gagal Studi
(Berapa persen mahasiswa yang drop out atau gagal studi juga perlu jadi bahan pertimbangan. Jurusan teknik di Jerman punya tingkat DO kira-kira 40-50%. Jurusan sosial sekitar 20%)

9. Jejaring
(Bagaimana jejaring alumninya. Ini punya hubungan dengan pekerjaan setelah lulus master)


Selamat mencari beasiswa!
Entah di Jerman maupun negara lain.
Darah Juang!


Condro


--
================================================================

Ignatius Sapto Condro A.B.

Social Network: LinkedIn | Facebook | Twitter | Plurk   
Mailing list: miliscab     


================================================================

Friday, March 19, 2010

KAAD Indonesia

Ternyata ada situs "sementara" KAAD Indonesia.
Silahkan lihat situs KAAD Indonesia.

Untuk situs KAAD Jerman bisa lihat di sini.

Dengan beasiswa KAAD, banyak orang yang bisa studi ke Jerman.

Saturday, February 6, 2010

Beasiswa untuk studi di Jerman, arsip Februari 2006


Seperti pesan saya yang lalu, cek ulang di Google atau Yahoo, alamat baru dari organisasi berikut. Selamat berjuang mencari beasiswa!

***

Otto Benecke-Stiftung e.V.
Kennedyallee 105-107
D – 53175 Bonn
Tel. 0049 – 228 – 81 630

Bayerisches Staatsministerium für Unterricht,
Kultus, Wissenschaft und Kunst
Salvatorstraße 2
D – 80333 München

Heinrich Böll-Stiftung e.V.
Rosenthaler Straße 40/41
D – 10178 Berlin

Gottlieb Daimler- und Karl Benz-Stiftung
Dr.-Carl Benz-Platz 2
D – 68526 Ladenburg
Tel. 0049 – 6203 – 15924
E-mail GD-KB-Stiftung@t-online.de

Deutsches Komitee der AIESEC e.V.
Subbelrather Straße 247
D – 50825 Köln
E-mail nc@de.aiesec.org

Carl Duisberg Gesellschaft e.V.
Postfach 260 120
D – 50514 Köln

Carl Duisberg Gesellschaft e.V.
Landesstelle Nordrhein-Westfalen
Wallstraße 30
D – 40213 Düsseldorf
Tel. 0049 – 221 – 8 689 160

Friedrich Ebert-Stiftung
Abteilung Studienförderung
Godesberger Allee 149
D – 53170 Bonn

Fulbright-Kommission
Theaterplatz 1 A
D – 53177 Bonn
Tel. 0228 – 935 690
E-mail fulkom@uni-bonn.de

Alexander von Humboldt-Stiftung
Jean Paul-Straße 12
D – 53173 Bonn
E-mail select@avh.de


Katholischer Akademischer Ausländer-Dienst
Hausdorffstraße 151
D – 53129 Bonn
Tel. 0049 – 228 – 917 580

Konrad Adenauer-Stiftung e.V.
Rathausallee 12
53757 Sankt Augustin
Tel. 02241 246 320

Alfried Krupp von Bohlen und Halbach-Stiftung
Hügel 15
D – 45133 Essen

Friedrich Naumann-Stiftung
Königswinterer Straße 409
D – 53639 Königswinter

Hanns Seidel-Stiftung
Förderungswerk
Lazarettstraße 33
D – 80636 München

Fritz Thyssen-Stiftung
Am Römerturm 3
D – 50667 Köln

Deutsches Nationalkomitee des Lutherischen Weltbundes
Referat Stipendien
Diemershaldenstraße 45
D – 70184 Stuttgart
Tel. 0049 – 711 – 2 159 362

Ökumenisches Studienwerk e.V.
Girondelle 80
D – 44799 Bochum
Tel. 0234 – 938 820

Studienstiftung des Abgeordnetenhauses von Berlin
Preußischer Landtag
10111 Berlin

Südosteuropa-Gesellschaft / SOG
Widenmayerstraße 49
D – 80538 München
Tel. 0049 – 89 – 2 121 540

Union der deutschen Akademien der Wissenschaften
Geschwister Scholl-Straße 2
D – 55131 Mainz
E-mail konfakad@mail.uni-mainz.de

Volkswagen-Stiftung
Kastanienallee 35
30519 Hannover
E-mail mail@volkswagen-stiftung.de

World University Service
Deutsches Komitee e.V.
Goebenstraße 35
D – 65195 Wiesbaden
Tel. 0049 – 611 – 446 648
E-mail WUSGERMANY@aol.com

Beasiswa untuk studi ke Jerman, arsip Januari 2004


Terdapat beberapa lembaga yang bisa memberikan beasiswa atau bantuan finansial untuk studi di Jerman. Info ini adanya Januari 2004. Organisasinya mungkin masih ada, tapi websitenya mungkin udah pindah alamat. Jadi silahkan Google sendiri.


***

AIESEC International
(Association Internationale des Etudiants
en Sciences Economiques et Commerciales)
Teilingerstraat 126
NL-3032 AW Rotterdam
Niederlande


Alexander von Humboldt-Stiftung
Jean-Paul-Straße 12
D - 53173 Bonn
Telefon 0049-228-833-0
Telefax 0049-228-833-212


Bayerisches Staatsministerium für Wissenschaft, Forschung und Kunst
Salvatorstraße 2
D - 80333 München


Boehringer Ingelheim Fonds
Stiftung für medizinische Grundlagenforschung
Schlossmühle
Grabenstr. 46
D-55262 Heidesheim
Telefon 0049-6132-8985-0
Telefax 0049-6132-8985-11


Carl Duisberg Gesellschaft e.V.
Postfach 26 01 20
D - 50514 Köln
Telefon 0049-221-2098-0
Telefax 0049-221-2098-111


Deutscher Famulantenaustausch DFA
German Exchange Office for Medical Clerkship
Godesberger Allee 54
D - 53175 Bonn
Telefon 0049-228-375340


Diakonisches Werk der EKD
-Stipendienreferat-
Stafflenbergstraße 76
Postfach 101142
D-70010 Stuttgart
Telefon 0049-711-2159-148


Friedrich-Ebert-Stiftung
Abteilung Studienförderung
Godesberger Allee 149
D - 53170 Bonn
Telefon 0049-228-883-0
Telex 885479 fest d
Telefax 0049-228-883-697


Friedrich-Naumann-Stiftung
Wissenschaftliche Dienste und Begabtenförderung
Alt-Nowawes 67
D-14482 Potsdam-Babelsberg
Telefon ++49-331-7019-349
Telefax ++49-331-7019-222
E-Mail fnst.bf@t...


Fritz Thyssen Stiftung
Am Römerturm 3
D - 50667 Köln
Telefon 0049-221-2575051
Telefax 0049-221-2575092


Fulbright-Kommission
Oranienburger Str. 13-14
D-10178 Berlin
Telefon 0049-30-284443-0
Telefax 0049-30-284443-42


Gottlieb Daimler- und Karl Benz-Stiftung
Dr.-Carl-Benz-Platz 2
D - 68526 Ladenburg
Telefon 0049-6203-10920
Telefax 0049-6203-10925



Hanns-Seidel-Stiftung
Förderungswerk
Lazarettstraße 33
Postfach 190846
D - 80636 München
Telefon 0049-89-1258-0
Telefax 0049-89-1258-403


Heinrich-Böll-Stiftung e.V.
Studienwerk
Rosenthalerstraße 40/41
D - 10178 Berlin
Telefon 0049-30-28534-400
Telefax 0049-30-28534-409
E-Mail info@b...


Katholischer Akademischer Ausländer-Dienst (KAAD)
Hausdorffstraße 151
D - 53129 Bonn
Telefon 0049-228-91758-0
Telefax 0049-228-91758-58
E-Mail zentrale@k...


Konrad-Adenauer-Stiftung e.V. (KAS)
Rathausallee 12
D - 53757 Sankt Augustin
Telefon 0049-2241-246-320


Deutsches Nationalkomitee des Lutherischen Weltbundes
-Stipendienreferat-
Diemershaldenstraße 45
D - 70184 Stuttgart
Telefon 0049-711-2159365
Telefax 0049-711-2159123


Dr. Mildred Scheel Stiftung für Krebsforschung
Thomas Mann-Straße 40
D - 53111 Bonn
Telefon 0049-228-72990-0
Telefax 0049-228-72990-11


MINERVA-Stipendien-Komitee
Max-Planck-Institut für Kernphysik
Postfach 103980
D - 69029 Heidelberg
Telefon 0049-6221-383211
Telefax 0049-6221-516606


Ministerium für Wissenschaft und Forschung
des Landes Nordrhein-Westfalen
Antragsadresse:
Carl Duisberg Gesellschaft e.V.
Landesstelle Nordrhein-Westfalen
Wallstraße 30
D - 40213 Düsseldorf
Telefon 0049-221-8689-160
Telefax 0049-221-8689-151


Otto Benecke-Stiftung e.V.
Kennedyallee 105-107
D - 53175 Bonn
Telefon 0049-228-8163-0
Telefax 0049-228-8163-400


Ökumenisches Studienwerk e.V.
Girondelle 80
D - 44799 Bochum
Telefon 0049-234-93882-0
Telefax 0049-234-93882-60


Pädagogischer Austauschdienst (PAD)
Sekretariat der Ständigen Konferenz
der Kultusminister der Länder
in der Bundesrepublik Deutschland
Lennéstraße 6
Postfach 2240
D - 53012 Bonn
Telefon 0049-228-501-0
Telefax 0049-228-501-301


Rußland-Fonds der deutschen Wirtschaft
Antragsadresse:
DAAD-Außenstelle Moskau


Stiftung Weimarer Klassik
Postfach 2012
D - 99401 Weimar
Telefon 0049-3643-545270
Telefax 0049-3643-545290


Studienstiftung
des Abgeordnetenhauses von Berlin
Preußischer Landtag
D - 10111 Berlin


Südosteuropa-Gesellschaft (SOG)
Widenmayerstraße 49
D - 80538 München
Telefon 0049-89-212154-0
Telefax 0049-89-2289469


Volkswagen Stiftung
Kastanienallee 35
D - 30519 Hannover
Telefon 0049-511-8381-0


World University Service (WUS)
Deutsches Komitee e.V.
Goebenstr. 35
D - 65195 Wiesbaden
Telefon 0611 - 446648
Telefax 0611 - 446489